MATA KULIAH LITERATUR SEKUNDER
Permasalahan Di Ruang Lingkup Literatur Sekunder
SMA Negeri 1 Banjar terletak di desa banyuatis, sekolah ini terletak di dekat pasar banyuatis dengan akses yang cukup sulit. Karena akses masuk ke SMA ini cukup sulit di jangkau karena lokasinya tidak berada di pinggir jalan, melainkan harus memasuki beberapa jalan tambahan dan gang-gang jalan. Akses yang sulit juga ditambah dengan plang nama sekolah yang kecil dan sudah karatan karena termakan usisa, jadi plang nama sekolah ini agak susah dibaca. Meskipun begitu semgangat anak-anak didik SMA Negeri 1 Banjar sangat tinggi dalam belajar, karena sebagaian besar muri-murid di SMA tersebut di terima di beberapa Universitas terbaik di Bali bahkan Indonesia. Jurusan pariwisata merupakan jurusan yang paling faforit dari lulusan SMA mereka. Melihat antusiasme murid- murid dari SMA tersebut, kepala sekolah SMA N 1 Banjar bapak I Made Ngawi sudah merancang bagaimana cara dengan meningkatkan kualitas anak didik mereka dengan cara les tambahan di selah selah jam sekolah dan perbaikan mutu perpustakaan mereka. Salah satu caranya yaitu dengan bekerja sama dengan SMA yang berada di kota yaitu dengan SMK Triatmajaya singaraja. Alasan bapak I Made ngawi dalam melaksanakan kerjasama dengan SMK triatmajaya dalam hal koleksi, terutama di bidang literatur sekunder karena :
- SMK tersebut merupakan SMK terdekat yang bisa di akses lewat jalan desa selat
- SMK tersebut berada dekat dengan kota singaraja
- Perpustakaan tersebut menyediakan koleksi tentang pariwisata.
- Perpustakaan tersebut bersedia meminjamkan beberapa Ensiklopedia yang mereka miliki
Di dalam kerjasama, tentunya memiliki bebeapa kendala, salah satunya :
- Lokasi akses SMK triatmajaya dengan SMA 1 Banjar susah diakses.
- Akses internet di SMA 1 Banjar sering terganggu terutama saat hujan, yang menyebabkan susahnya komunikasi
- Jumlah koleksi literature sekunder yang di berikan terbatas, sehingga murid tidak di perbolehkan meminjam buku yang berjenis literature sekunder.
- Kurangnya pengetahuan siswa tentang pentingnya koleksi literature sekunder.
Cara Menanggulangi Permasalahan Tersebut
- Lokasi
akses SMK triatmajaya dengan SMA 1 Banjar susah diakses.
Penanggulangan : Dengan menerapkan metode titik temu lokasi, yaitu pihak sekolah bertemu di lokasi yang strategis dengan mempertimbangkan lokasi yang paling nyaman di masing masing sisi. Dengan begitu proses kerjasama atau transaksi bisa dilaksanakan dengan nyaman dan lancar.
- Akses internet di SMA 1 Banjar sering terganggu terutama saat hujan, yang menyebabkan susahnya komunikasi.
Penanggulangan : Akses internet sangat penting terutama dalam komunikasi permasalahan tentang ensiklopedia, Oleh karena itu pihak sekolah dapat menerapkan atau menambah alat penguat sinyal yang sudah dapat dibeli secara legal di toko elektronik dan toko online lainnya. Dengan begitu cuaca dan lokasi bukanlah alas an lagi.
- Jumlah koleksi literature sekunder yang di berikan terbatas, sehingga murid tidak di perbolehkan meminjam buku yang berjenis literature sekunder.
Penanggulangan : Sekolah dapat menerapkan cara foto copy, yaitu dengan membiarkan murid yang ingin meminjam koleksi jangka panjang, dengan memberikan intruksi untuk memfoto copy koleksi tersebut.
- Kurangnya pengetahuan siswa tentang pentingnya koleksi literature sekunder.
Penanggulangan : Dengan memberikan intruksi kepada guru- guru untuk memberikan penjelasan tentang pentingnya literature sekunder kepada anak didik mereka di selah selah ketika guru mengajar.
