BASIS DATA DI PERPUSTAKAAN

MATA KULIAH BASIS DATA

1. Apakah CCTV menggunakan teori seperti basis data yang materialnya ada di slide hari ini ? jika ada sertakan alas an hubungan dengan teori basis data dan penguatan argument dari sumberliterasi yang berkompeten seperti artikel atau jurnal.

Jawaban : Menurut saya iya karena CCTV menggunakan sistem basis data, yaitu yang sudah terdapat dalam slide power point yaitu “ data dapat dipakai secara bersama-sama”  dan memerlukan software dan hardware untuk pengoprasiannya, yang dimana cara keja CCTV yaitu menggunakan banyak camera dan hanya menggunakan 1 komputer sebagai servernya atau tampilan display cameranya, dan ditampilkan  melalui layar split screen atau sederhananya di satu layar PC terdapat seluruh gambar atau display dari beberapa camera CCTV yang dipasang dan di sambung di satu PC servernya. Jadi seluruh video CCTV dapat diawasi dari 1 PC saja yaitu PC servernya. Cara kerja camera CCTV tergantung dari jenis camera CCTV tersebut seperti camera CCTV infrared yang hanya mengirim gambar atau video tanpa output audio pada filenya , da nada juga CCTV wireless atau nirrkabel yang tidak membutuhkan kabel dalam pengoprasiannya melainkan kabelnya di ganti menggunakan perangkat internet dan memerlukan perangkat yang sama yaitu sebuah PC servernya. Kelebihan CCTV ini yaitu kita dapat mengawasi kamera CCTV nya melalui jarak jauh tanpa terhalang oleh jarak kabel LAN.

Begitu juga yang di tegaskan dalam E-Journal yang sudah saya search yang beralamat http://www.almaindovisual.com

2. Apa permasalahan yang sering dialami pustakawan tentang basis data ?

Jawaban : Menurut saya permasalahan yang akan dihadapi pustakawan tentang basis data di perpustakaan yaitu kuranggnya pengetahuan dalam pengoprasian nya, seperti hanya beberapa SDM yang bisa mengoprasikan suatu alikasi basis data. Lalu apa yang akan terjadi jika beberapa orang itu tidak ada di tempat kejadian jika suatau software basis data mengalami kendala dalam pengoprasiannya? Tentu akan menjadi kepanikan, ditambah lagi pada saat itu pengunjung perpustakaan yang sedang ramai. Tentu kita sebagai pustakawan di haruskan memberikan pelayanan yang optimal. Jadi kesimpulannya ada kepada SDM tersebut, keahlian sangat diperlukan dalam dunia kerja ini apalagi jika itu melibatkan basis data yang memerlukan keahlian mengoprasikan software karna diperlukan softskill di setiap SDM atau pustakawan yang ingin mengoprasikannya. Begitu juga yang di tegaskan  Dari berbagai keuntungan, OPAC juga memiliki peluang kekurangan yang akan menjadi permasalahan bagi pustakawan . Menurut Hermanto (2007 : 1,dalam jurnal ANALISIS KEBUTUHAN PELATIHAN UNTUK MEMENUHI KOMPETENSI LITERASI INFORMASI PENGELOLA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI) adalah :
a. Belum semua bahan pustaka masuk ke data komputer sehingga pengguna mengalami kesulitan dalam melakukan penelusuran.
b. Tergantung aliran listrik, bila listrik mati maka kegiaan penelusuran bahan pustaka akan terganggu.
c. Kurangnya ketersediaan komputer terminal OPAC untuk menelusuri informasi yang dimiliki perpustakaan.

3. Gambarkan secara hirarki contoh penggunaan basis data di perpustakaan

Jawaban : Contoh Penggunaan basis data di era globalisasi ini yaitu sudah banyak berkembang mulai dari OPAC yang berfungsi untuk menelusuri buku secara realtime melalui 1 komputer yang sudah tersedia di perpustakaan yang cara kerjanya yaitu para pemustaka yang ingin mencari buku tinggal mengetik judul atau pengarang dari buku yang ingin dicari tersebut pada kolom yang sudah tersedia, maka secara otomatis informasi dari buku tersebut akan tertampilkan pada layar komputer tersebut. Informasi yang di tampilkan cukup lengkap mulai dari tempat rak, lantai berapa rak itu berada, di kolom berapa rak itu berada, dan nomor urut buku itu berada di dalam rak. Jika buku yang di telusuri tidak ada, maka pada tampilan akan menampilkan “ buku yang anda cari tidak ada pada katalog atau sudah habis terpinjam “.

          Ada juga beberapa penggunaan basis data di perpustakaan yang saya ketahui yaitu absen sidik jari, pelayanan sirkulasi terutama pembuatan kartu anggota berbasi komputer yang setiap id atau pemustaka memiliki scan barcode yang berbeda. Ada juga pada pelayanan peminjaman buku terdapat aplikasi peminjaman buku berbasi basi data yang menggunkan aplikasi untuk menentukan kapan buku itu harus di kembalikan , tanggal buku itu dipinjam, denda yang harus di terima jika pemustaka terlambat mengembalikan buku, dan lain lain.

4. Apa yang saya lakukan, jika saya menjadi pustakawan yang dituntut untuk menguasai bidang T.I sebagai keahlian tambahan ?

Jawaban : Yang akan saya lakukan yaitu berkerja keras dalam bidang pekerjaan saya, jika pekerjaan bisang saya yang di inginkan atasan saya adalah orang yang berkopeten dan cakap dalam bidang IT, maka saya harus belajar dan mempelajari bidang IT tersebut, karena tidak ada ruginya di zaman yang serba modern ini untuk belajar bagaimana perkembangan IT tersebut dan mengaplikannya kedalam dunia kerja. Karena pada zaman sekarang pekerja yang handal dan memiliki kecakapan dalam bidang IT akan memiliki nilai plus pada dirinya dan akan mendapatkan perhatian lebih dari atasannya dan rekan kerjanya karena cukup disegani. Oleh karena itu materi basis data ini harus dioptimalkan dan dipelajari demi menjadi SDM yang ingin mendapat nilai plus tersebut. Terutama sebagai pustakawan yang setiap waktunya perpustakaan selalu berkembang dan mengikuti perkembangan teknologi.

5. Apa harapan saya tentang masa depan pustakawan di era Teknologi Informasi ?  

Jawaban : Menurut lubuk hati saya yang paling dalam harapan saya agar saya dapat menguasai IT di era globalisasi ini yang dimana SDM yang menguasai hal ini akan diberikan nilai plus ditempat kerja mereka, terutama pada perpustakaan yang semakin berkembang yang mengikuti arus perkembangan teknologi ini yang menginginkan pustakawan yang berkompeten dalam bidang IT nya. Dan oleh karena itu saya mengharapkan para dosen pengampu mata kuliah ini dapat memberikan mata kuliah yang optimal yang terupdate dan kemuktahirannya terus diperbarui sesuai perkembangan jaman, serta dibarengi oleh praktek dalam dunia IT guna membuat anak didiknya cukup dan tidak buta dalam dunia IT ini.

Tinggalkan komentar